penyimpangan sosial remaja

10 Mei 2010 at 8:50 am (kumpulan tugas kuliah)

Penyimpangan sosial remaja

Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar psikolog selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus. Sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semkain lancar, cepat dan mudah. Dunia teknologi yang semakin canggih, disamping memudahkan dalam mengetahui berbagai informasi di berbagai media, disisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas diberbagai lapisan masyarakat.

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri.

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika sebuah anak kelas satu SMA di kompelks saya, ditangkap/diciduk POLISI akibat menjadi seorang bandar gele, atau yang lebih kita kenal dengan ganja.

Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Bruce J. Cohen, ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk, benar atau salah menurut pengertian umum, melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat.(Anonim.2010)

Definisi-definisi penyimpangan sosial menurut para pakar :

a. James W. Van Der Zanden:

Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

b. Robert M. Z. Lawang:

Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.

c. Lemert (1951):

Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk:

1). Penyimpangan Primer (Primary Deviation)

Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.

Contohnya:

-         menunggak iuran listrik, telepon, BTN dsb.

-         melanggar rambu-rambu lalu lintas.

-         ngebut di jalanan.

2). Penyimpangan Sekunder (secondary deviation)

Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut, karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat.

Contohnya:

-         pemabuk, pengguna obat-obatan terlarang.

-         pemerkosa, pelacuran.

-         pembunuh, perampok, penjudi.

(Arief Herdiyanto C.2010)

Terjadinya perilaku penyimpangan sosial disebabkan gagalnya individu atau kelompok untuk mengidentifikasi kandiri. Perilaku yang menyimpang dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga yaitu mengonsumsi narkoba dan menegak minuman keras dan ada yang terjadi di lingkungan masyarakat, yaitu tawuran antar sekolah dan korpsi. Jadi dapat disimpulkan penyimpangan sosial adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai dan norma yang melanggar,bertentangan atau menyimpang dari aturan-aturan hukum.

Sifat-sifat penyimpangan sosial :

  1. penyimpangan positif,adalah penyimpangan yang memiliki dampak
    positif terhadap kehidupan,masyarakat umum,maupun dirinya.
  2. penyimpangan negativ,adalah penyimpangan yang cenderung merugikan pelaku dan masyarakat.

Bentuk penyimpangan sosial :

  1. Penyimpangan primer,yaitu bentuk penyimpangan sosial yang bersifat sementara, dan masyarakat masih mentolerir pelaku penyimpang.
  2. Penyimpangan sekunder,yaitu perbuatan yang dilakukan secara khas memperlihatkan perilaku penyimpang dan tindakan tersebut selalu meresahkan orang.
  3. Penyimpangan individu,yaitu penyimpangan yang di lakukan oleh seseorang dengan melaukan tindakan2 yang menyimpang dari norma-norma yang  berlaku.
  4. Penyimpangan kelompok,yaitu penyimpangan yang dilakukan secara   kolektif dengan cara melakukan kegiatan yang menyimpang dari norma-norma  yang berlaku.

Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial.

Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa.

Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat memahami remaja, maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi-dimensi tersebut.

Definisi kenakalan remaja :

-         Kartono
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.

-         Santrock
“Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”(Anonim.2010)

Konsep Kenakalan Remaja

Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan disebut “kenakalan”. Dalam Bakolak inpres no: 6 / 1977 buku pedoman 8, dikatakan bahwa kenakalan remaja adalah kelainan tingkah laku / tindakan remaja yang bersifat anti sosial, melanggar norma sosial, agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

Singgih D. Gumarso (1988 : 19), mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum ; (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan ; (1) kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit (2) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin (3) kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam penelitian.

Tentang normal tidaknya perilaku kenakalan atau perilaku menyimpang, pernah dijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto, 1985 : 73). Bahwa perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal dalam bukunya “ Rules of Sociological Method” dalam batas-batas tertentu kenakalan adalah normal karena tidak mungkin menghapusnya secara tuntas, dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat, perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal/jahat yaitu perilaku yang disengaja meninggalkan keresahan pada masyarakat.(Anonim.2010)

Faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja.

Ulah para dara muda yang masih dalam tarap pencarian jati diri sering sekali mngusik ketenangan orang lain, kenakalan-kenakalan ringan dan mengganggu ketentraman lingkungan sekitar yaitu seperti sering keluar malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura seperti minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lain, dan kesemuanya itu akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang ada disekitarnya.

Faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja adalah sebagai berikut bagai berikut :

-         Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih sayang,

-         Minimnya pemahaman tentang keagamaan

-         Pengaruh dari pada lingkungan sekitar, pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhinya untuk mencoba dan akhirnya malah terjerumus ke dalamnya.

1)      Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih sayang.

Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Sedangkan lingkungan sekitar dan sekolah ikut memberikan nuansa pada perkembangan anak. Karena itu baik-buruknya struktur keluarga dan masyarakat sekitar memberikan pengaruh baik atau buruknya pertumbuhan kepribadian anak.

Keadaan lingkungan keluarga yang menjadi sebab timbulnya kenakalan remaja seperti keluarga yang broken home, rumah tangga yang berantakan disebabkan oleh kematian ayah atau ibunya, keluarga yang diliputi konflik keras, ekonomi keluarga yang kurang, semua itu merupakan sumber yang subur untuk memunculkan delinkuensi remaja.

Maka dengan demikian perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan suatu dorongan yang berpengaruh dalam kejiwaan seorang remaja dalam membentuk kepribadian serta sikap remaja sehari-hari. Jadi perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja.

2)      Minimnya pemahaman tentang keagamaan.

Di dalam kehidupan berkeluarga kurangnya pembinaan agama juga menjadi salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja Dalam pembinaan moral, agama mempunyai peranan yang sangat penting   karena nilai-nilai moral yang datangnya dari agama tetap tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat.

Dalam pembinaan moral ataupun agama bagi remaja melalui rumah tangga perlu dilakukan sejak kecil sesuai dengan umurnya karena setiap anak yang dilahirkan belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah, juga belum mengerti mana batas-batas ketentuan moral dalam lingkungannya. Karena itu pembinaan moral pada permulaannya dilakukan di rumah tangga dengan latihan-latihan, nasehat-nasehat yang dipandang baik. Maka pembinaan moral harus dimulai dari orang tua baik perlakuan, pelayanannya kepada remaja dapat memperlihatkan contoh teladan yang baik melaksanakan shalat dan sebagainya yang merupakan hal-hal yang mengarah kepada perbuatan positif karena apa yang diperoleh dalam rumah tangganya akan dibawa kelingkungan masyarakat. Oleh karena itu pembinaan moral dan agama dalam keluarga penting sekali bagi remaja untuk menyelamatkan mereka dari kenakalan dan merupakan cara untuk mempersiapkan hari depan generasi yang akan datang, sebab kesalahan dalam pembinaan moral akan berakibat negatif terhadap remaja itu sendiri.

Sebenarnya pemahaman tentang agama sebaiknya dilakukan semenjak kecil, yaitu melalui kedua orang tua dengan cara memberikan pembinaan moral dan bimbingan tentang keagamaan, agar nantinya setelah mereka remaja bisa memilah baik buruk perbuatan yang ingin mereka lakukan sesuatu di setiap harinya.

Dalam masyarakat sekarang yang sudah begitu mengagungkan ilmu pengetahuan, kaidah-kaidah moral dan tata susila yang dipegang teguh oleh orang-orang dahulu menjadi tertinggal dibelakang. Dan didalam masyarakat yang telah terlalu jauh dari agama, kemerosotan moral orang dewasa sudah lumrah terjadi. Kemerosotan moral, tingkah laku dan perbuatan – perbuatan orang dewasa yang tidak baik menjadi contoh atau tauladan bagi anak-anak dan remaja sehingga berdampak timbulnya kenakalan remaja.

Kekurangan spiritual termasuk ketidak pahaman secara utuh tentang ajaran Islam sehingga mereka melakukan apa saja yang menjadi keinginan serta kemauan mereka.

3)      Pengaruh dari pada lingkungan sekitar, pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhinya untuk mencoba dan akhirnya malah terjerumus ke dalamnya.

Di dalam kehidupan bermasyarakat, remaja sering melakukan keonaran dan mengganggu ketentraman masyarakat karena terpengaruh dengan budaya barat, pergaulan dengan teman sebayanya yang mana sering mempengaruhi untuk mencoba. Sebagai mana kita ketahui bahwa para remaja sangat senag dengan gaya hidup yang baru tanpa melihat faktor negatifnya. Karena dianggap ketinggalan zaman jika tidak mengikutinya.

1. Aspek Sosiologis Kenakalan Remaja

Secara sosiologis, remaja umumnya memang amat rentan terhadap pengaruh-pengaruh eksternal. Karena proses pencarian jati diri, mereka mudah sekali terombang-ambing, dan masih merasa sulit menentukan tokoh panutannya. Mereka juga mudah terpengaruh oleh gaya hidup masyarakat di sekitarnya. Karena kondisi kejiwaan yang labil, remaja mudah terpengaruh dan labil. Mereka cenderung mengambil jalan pintas dan tidak mau pusing-pusing memikirkan dampak negatifnya. Di berbagai komunitas dan kota besar yang metropolitan, jangan heran jika hura-hura, seks bebas, menghisap ganja dan zat adiktif lainnya cenderung mudah menggoda para remaja. Siapakah yang harus dipersalahkan tatkala kita menjumpai remaja yang terperosok pada perilaku yang menyimpang dan melanggar hukum atau paling tidak melanggar tata tertib yang berlaku di masyarakat? Inilah yang menjadi konflik, siapakah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada remaja.

2. Aspek Fenomenologis Kenakalan Remaja

Secara fenomenologis tampak bahwa gejala kenakalan timbul dalam massa pancaroba atau massa perubahan, di mana telah tercantum dalam aspek sosiologis di atas, bahwa dalam usia remaja inilah jiwa dalam keadan labil. Sehingga mudah terseret oleh lingkungan. Akan lebih baik bila terseret atau terpengaruh oleh lingkungan yang positif tetapi bila yang terjadi sebaliknya maka akan berakibat fatal. Seorang anak tidak akan tiba-tiba menjadi nakal, tetapi menjadi nakal karena beberapa saat setelah di bentuk oleh lingkunganya, yang mencakup linkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat, yang merupakan tempat terjadinya pendidikan secara sadar maupun tidak sadar. Yang menghasilkan sesuai dengan pelaksaan maupun tujuan dari pendidikan tersebut.

Beberapa perbuatan kenakalan remaja :

Dari uraian di atas telah di ketahui bahwa kenakalan ialah perbuatan yang melanggar atau menyelewengkan norma social yang menibulkan keonaran atau mengganggu ketentraman masyarakat, sehingga yang berwajib terpaksa mengambil tindakan pengamanan.

Perbuatan-perbuatan tersebut antara lain :

a). Ngebut, yaitu mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang melampaui kecepatan maksimum yang di tetapkan, sehingga dapat mngganggu bahkan membahayakan pemakai jalan yang lain.

b). Peredaran pornografi di kalangan pelajar, baik dalam bentuk gambar-gambar cabul atau tidak senonoh, majalah dancerita porno yang dapat merusak moral anak, sampai perdaran obat-obat perangsang nafsu seksual, kontrasepsi penyalahgunaan barang-barang elektronik (missal internet dan handphone) dan sebagainya.

c). Anak-anak yang suka pengrusakan-pengrusakan terhadap barang-barang atau milik orang lain seperti mencuri, membuat corat-coret yang mengganggu keindahan lingkungan, mengadakan sabotase dan sebagainya.

d). Membentuk kelompok atau gang dengan ciri-ciri dan tindakan yang menyeramkan, seperti kelompok bertato, kelompok berpakaian acak-acakan, blackmetal. Yang di ikuti oleh tindakan yang tercela yang mengarah pada perbuatan anarkis.

e). Berpakaian dengan mode yang tidak sesuai dengan keadaan lingkungan, missal: memakai rok mini, youcansee, mamakai pakaian yang serba ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya, sehingga di pandang kurang sopan di mata lingkunganya.

f).  Mengganggu/mengejek orang-orang yang melintas di depanya, jika menoleh atau marah sedikit saja di anggapnya membuat gara-gara untuk dikerjain.

g). Tawuran atau perkelahian antar remaja sering disebut tawuran.tawuran adalah bentuk penyimpangan sosial.tawuran terjadi karena ulah beberapa pelajar lalu meluas kepada banyak pelajar.alasanya dapat berupa berebut wanita,penguasaan tempat nongkrong,dll.setiap pelajar yg tidak ikut tawuran dikatakan sebagai anak penukut/solidar/banci.ada juga yg takut di bilang norak dengan teman2nya jadi tawuran di anggap trend padahal telah merusak tatanan nilai & norma.

3. Aspek Ekonomi dalam Kenakalan Remaja

Pertumbuhan ekonomi juga mempunyai dampak bagi perkembangan ramaja. Karena pada umumya bukan hanya orang tua saja yang merasakan akibat dari perkembangan ekonomi tersebut akan tetapi generasi muda juga akan merasakan dampaknya. Apalagi di zaman seperti sekarang ini, bahwa kehidupan serbasulit. Untuk hanya sekedar mencari sesuap nasi kita harus bekerja keras. Tak jarang di kota-kota besar para remaja yang seharusnya duduk di bangku sekolah, terpaksa harus putus sekolah (DropOut) karena orang tua mereka tak sanggup menyekolahkanya. Dan mereka beralih membantu orang tuanya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bahkan ada di antara mereka yang disuruh oleh orang tuanya untuk mengemis, ngamen, tukang semir sepatu dan lain sebagainya, yang penting dapat menghasilkan uang. Mau tidak mau mereka akan mengenal dunia kerja dalam persaingan yang ketat, sehingga mendidik mereka menjadi orang yang keras dan merasakan betapa getirnya hidup ini bagi orang-orang seperti mereka..Kondisi yang ditandai dengan tingginya tingkat pengangguran, sulitnya lapangan kerja, serta daya beli masyarakat yang rendah menjadikan sebagian masyarakat seakan terjebak dalam dua pilihan yaitu bertahan untuk hidup secara lurus atau secara menyimpang (Juvenile Delinquency). Hal semacam ini merupakan factor korelatif kriminogen yang tidak hanya di lakukan orang dewasa akan tetapi di lakukan juga oleh para remaja, apabila tidak dapat dikelola dengan baik akan menimbulkan tindak criminal (orang dewasa) dan kenakalan (para remaja) yang lebih signifikan.

Masih lemahnya pengawasan untuk usia remaja sehingga mereka merupakan ladang subur bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab, untuk mancapai tujuanya.Dan masih terbatasnya kerjasama antara pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan yang mempunyai tujuan mendidik yang berorientasi positif untuk membentuk generasi yang cemerlang untuk massa yang akan datang sebagai penerus perjuangan mereka dalam mengisi kemerdekaan ini.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan semakin mengglobalnya dunia menyebabkan generasi ini yang masih labil dan rasa ingin tahu yang bergejolak di jiwanya untuk selalu menyesuaikan perkembangan zaman. Namun sebagian besar di antaranya salah dalam melangkah dalam menggunakan kecanggihan teknologi tersebut.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, aparat keamanan semakin intensif dan berhasil menggulung sejumlah pengguna dan bandar pengedar narkoba.. Lebih lanjut, terbongkarnya sejumlah sentra-sentra produksi narkoba berskala besar terutama sabu-sabu, ekstasi, dan ladang ganja, menimbulkan harapan baru menurunnya kasus-kasus kejahatan narkoba. Beberapa kasus besar narkoba yang berhasil dibongkar oleh aparat keamanan pada diantaranya adalah tertangkapnya sejumlah bandar narkoba dari dalam dan luar negeri, seperti kasus Roy Marten yang tertangkap basah saat sedang pesta narkoba bersama rekanya yang di dedikasi sebagai Bandar narkoba, pemusnahan ladang ganja, pembongkaran pabrik ekstasi dan sabu-sabu skala besar di berbagai daerah, serta penggagalan rencana transaksi narkotika jenis sabu-sabu seberat hampir 1 ton dengan nilai Rp. 600 milyar di Teluk Naga Tangerang. Namun demikian keberhasilan tersebut belum dapat menurunkan tingkat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terkait dengan nilai ekonominya yang sangat tinggi.

Tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu:

-         Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.

-         Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.

-          Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.

-         Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll.

-         Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.

-         Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.

-         Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.

-         Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat CURHAT yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.

Secara singkat Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).

Faktor internal:

  1. Krisis identitas
  2. Kontrol diri yang lemah
    Faktor eksternal:
  1. Keluarga
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, E.B.1998. Perkembangan Anak: Alih bahasa oleh Soedjarmo &Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.

Anonim.2010.”Kenakalan Remaja Sebagai Perilaku Menyimpang Hubungannya dengan Keberfungsian Sosial Keluarga: Kasus Di Pondok Pinang Pinggiran Kota Metropolitan Jakarta”.[online].http://jansensiregar.blogspot.com/2010/04/ kenakalan-remaja-sebagai-perilaku.html.diakses tanggal 3 mei 2010.

Anonim.2010.”KenakalanRemaja”.[online].http://www.anneahira.com.diakses tanggal 3 mei 2010.

Anonim.” Tugas IPS Penyimpangan Sosial”.[online]. http://asepaja.multiply.com. diakses tanggal 3 mei 2010.

Herdiyanto C. Arief.”Penyimpangan Sosial”. [online]. http://usahasejati.com.diakses tanggal 30 april 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: